
Bruaaak,… kembali Yuri menghempaskan pantatnya ke sofa yang empuk di ruang tamu rumahnya, sambil menyeka keringat yang mulai merambat pelan disela jilbab ungu kesenangannya,… yah hari ini kembali seperti hari-hari sebelumnya Yuri kembali disibukkan oleh urusan – urusan kantor yang entah kapan akan selesai, sebenarnya dia sendiri sudah jenuh dengan suasana ditempat kerjanya karena seakan-akan tidak ada lagi orang dimuka bumi ini yang bisa membantunya menyelesaikan pekerjaan itu.
Sedang asik menikmati hembusan kipas angin menyapa parasnya dan membuai rambutnya yang hitam Yuri dikejutkan dengan sebuah lagu merdu mengalun dari phonselnya, jelas sekali dia menikmati lagu itu yang merupakan tanda sebuah SMS sedang dikirim entah dari siapa, dengan malas dia membaca sms tesebut ternyata dikirimkan oleh Roni “ hai cantik, bagaimana dengan berkasku, apakah lengkap atau harus ada lagi berkas yang kusiapkan, tks ya “, demikian isi SMS di phonselnya namun dengan malas Yuri membaca sms dari Roni dan menganggap itu tidak penting karena semua berkas sudah selesai dia kerjakan dan pekerjaan itulah yang membuat akhir-akhir ini dia menjadi seorang yang super sibuk, mungkin melebihi seorang kepala Negara yang mengurus sebuah Negara besar seperti Indonesia ini,
Tidak lama berselang phonsel kesayangannya kembali memberikan isyarat tentang adanya SMS lagi dari Roni yang berisi sebuah pesan singkat “ Terima kasih ya Cantik, jaga kesehatan dan jangan lupa istirahat,”
Dug, ada sesuatu yang aneh menurut Yuri dari SMS – SMS yang dikirimkan Roni kepadanya, karena sms ini berisikan sebuah saran dan juga perhatian yang sebenarnya biasa saja, namun bagi dia ini datang pada saat yang tepat, saat dia merasa disibukkan dengan urusan kantor masih ada seorang lelaki yang mau memperhatikan dia, walau hanya sebuah perhatian kecil,
Akhirnya yuri teridur pulas di ruang tamu rumahnya diatas sofa yang empuk tersebut, dalam tidurnya dia bermimpi indah dimana dia berada dalam sebuah mobil dan menjadi satu-satunya penumpang dan dilayani layaknya putri seorang raja, dan dari samping jelas sekali sang supir tampan seperti pangeran,.. namun, astaga Yuri tidak menduga sama sekali bahwa orang yang dipikirnya seorang pangeran tampat tersebut, yang telah mengajaknya berkeliling kota menikmati pemandangan dan memanjakannya dengan pelayanan prima ternyata adalah Roni, Roni pun menghentikan laju mobilnya dan berhenti disalah satu kafe dikawasan bundaran, dengan sigap dia membuka pintu mobil “ silakan tuan putrid turun, hamba dengan senang hati akan membawa tuan putri berjalan kaki menuju kafe dan melayani tuan putri segenap jiwa raga “ demikian ucap Roni, mendengar ucapan tersebut Yuri merasa tersanjung ,.... tubi kuntinyu lah
0 komentar:
Posting Komentar